Sejarah Abdullah bin Abbas RA Menurut Al-Qur’an dan Hadits
Pendahuluan
Abdullah bin Abbas RA, yang lebih dikenal dengan nama Ibnu Abbas, adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang masyhur sebagai ahli tafsir Al-Qur’an. Beliau adalah sepupu Rasulullah SAW, putra dari Abbas bin Abdul Muthalib (paman Nabi). Kecerdasannya, kedalaman ilmunya, serta kedekatannya dengan Rasulullah SAW menjadikan Ibnu Abbas sebagai salah satu ulama besar di kalangan sahabat.
Dalam sejarah Islam, Ibnu Abbas sering disebut dengan julukan “Hibrul Ummah” (Tintanya Umat) dan “Tarjumanul Qur’an” (Penerjemah Al-Qur’an). Julukan ini diberikan karena keluasan pengetahuannya dalam memahami Al-Qur’an, hadits, fiqih, hingga sejarah umat terdahulu.
Doa Rasulullah SAW untuk Ibnu Abbas
Salah satu keutamaan terbesar Ibnu Abbas adalah doa khusus dari Rasulullah SAW.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW memeluk Ibnu Abbas yang ketika itu masih kecil, lalu berdoa:
“Ya Allah, ajarkanlah kepadanya hikmah dan tafsir Kitab-Mu.”
(HR. Bukhari dan Ahmad)
Dalam riwayat lain, Nabi mendoakan:
“Ya Allah, berilah dia pemahaman dalam agama dan ajarkanlah kepadanya tafsir Al-Qur’an.”
(HR. Ahmad)
Doa inilah yang menjadi sebab Ibnu Abbas dikenal sebagai ahli tafsir terbesar di kalangan sahabat Nabi.

Kedudukan Ibnu Abbas dalam Al-Qur’an
Meskipun namanya tidak disebut langsung dalam Al-Qur’an, banyak ayat yang dijelaskan maknanya melalui tafsir Ibnu Abbas. Ulama tafsir dari generasi tabi’in seperti Mujahid, Ikrimah, dan Atha’ bin Abi Rabah, banyak meriwayatkan penjelasan Al-Qur’an dari beliau.
Ibnu Abbas juga termasuk sahabat yang sering mendampingi Nabi dalam berbagai kesempatan, sehingga ia memahami sebab turunnya banyak ayat (asbâbun nuzûl).
Hadis-Hadis tentang Keutamaan Ibnu Abbas
1. Doa Rasulullah untuk Pemahaman Ilmu
Seperti disebutkan sebelumnya, Nabi SAW mendoakan agar Ibnu Abbas memiliki pemahaman mendalam dalam agama. Doa ini terbukti, karena beliau menjadi rujukan utama umat Islam dalam tafsir dan fiqih.
2. Kesetiaan Mendampingi Nabi
Ibnu Abbas meriwayatkan:
“Suatu malam aku pernah menginap di rumah bibiku, Maimunah (istri Nabi). Aku tidur di pembaringan, sedangkan Rasulullah SAW tidur bersama istri beliau. Pada malam itu Rasulullah bangun untuk shalat malam, lalu aku ikut berdiri di samping beliau.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan kedekatan Ibnu Abbas dengan Nabi sejak usia muda.
3. Wawasan tentang Akhirat
Ibnu Abbas meriwayatkan banyak hadis Nabi tentang akhirat, di antaranya sabda Rasulullah SAW:
“Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau meminta, mintalah kepada Allah, dan jika engkau memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, jika seluruh manusia berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu, mereka tidak akan bisa memberi manfaat kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan. Dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu, mereka tidak akan bisa mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering.”
(HR. Tirmidzi)
Hadis ini diriwayatkan dari nasihat Nabi kepada Ibnu Abbas ketika beliau masih kecil, yang menunjukkan betapa Rasulullah menanamkan aqidah yang kuat kepadanya sejak dini.
Peran Ibnu Abbas dalam Sejarah Islam
1. Ahli Tafsir Terbesar
Setelah wafatnya Rasulullah SAW, Ibnu Abbas menjadi rujukan utama dalam ilmu tafsir. Banyak ulama tabi’in belajar kepadanya, sehingga pengetahuan tafsir tersebar luas melalui beliau.
2. Penasehat Para Khalifah
Ibnu Abbas juga menjadi penasihat penting pada masa Khulafaur Rasyidin. Pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA, meskipun masih muda, beliau diikutsertakan dalam majelis syura (musyawarah), sejajar dengan sahabat senior. Umar mengatakan:
“Dia (Ibnu Abbas) adalah pemuda yang memiliki lisan yang fasih dan hati yang cerdas.”
3. Kontribusi dalam Ilmu
Ibnu Abbas meriwayatkan lebih dari 1.660 hadits. Beliau menjadi salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis, terutama yang berkaitan dengan tafsir dan fiqih.
Julukan untuk Ibnu Abbas
-
Hibrul Ummah: Tinta Umat, karena ilmunya yang luas.
-
Tarjumanul Qur’an: Penerjemah Al-Qur’an, karena kemampuannya menafsirkan Al-Qur’an.
-
Bahrul ‘Ilmi: Lautan Ilmu, karena keluasan wawasan yang beliau miliki.
Wafatnya Ibnu Abbas
Ibnu Abbas RA wafat di Thaif pada tahun 68 H dalam usia sekitar 71 tahun. Beliau meninggalkan warisan ilmu yang sangat besar bagi umat Islam. Doa Rasulullah SAW benar-benar terwujud, karena hingga hari ini umat Islam masih merujuk kepada tafsir dan riwayat beliau.
Penutup
Abdullah bin Abbas RA adalah sosok sahabat yang luar biasa. Doa Rasulullah SAW menjadikannya ahli tafsir terbesar dalam sejarah Islam. Al-Qur’an banyak dijelaskan maknanya melalui penjelasan beliau, sementara hadits-hadits Nabi tentang beliau menegaskan keutamaan, kecerdasan, dan kedalaman ilmunya.
Sejarah Ibnu Abbas RA adalah bukti bahwa ilmu, doa, dan kedekatan dengan Nabi Muhammad SAW dapat melahirkan ulama besar yang menjadi cahaya bagi umat sepanjang zaman. Beliau adalah teladan generasi muda Muslim dalam semangat belajar, menjaga aqidah, dan menegakkan kebenaran.








