Bos Kubah GRC Terbaik

Sejarah Nabi Isa AS Menurut Al-Qur’an dan Sunnah

Sejarah Nabi Isa AS Menurut Al-Qur’an dan Sunnah

Pendahuluan

Nabi Isa AS adalah salah satu nabi dan rasul Allah yang memiliki kedudukan sangat mulia dalam Islam. Dalam Al-Qur’an, beliau disebut dengan beberapa nama seperti Isa ibn Maryam (Isa putra Maryam) dan Al-Masih. Beliau termasuk dalam golongan Ulul Azmi—nabi-nabi pilihan yang diberi keteguhan hati luar biasa.

Kisah Nabi Isa AS sangat istimewa karena kehidupannya dipenuhi dengan mukjizat sejak kelahirannya hingga diangkat oleh Allah ke langit. Artikel ini akan membahas sejarah Nabi Isa menurut Al-Qur’an dan sunnah, mulai dari kelahirannya, dakwahnya, hingga keistimewaan yang Allah anugerahkan kepadanya.

Sejarah Nabi Isa AS Menurut Al-Qur’an dan Sunnah


Kelahiran Nabi Isa AS

Kisah kelahiran Nabi Isa AS merupakan salah satu mukjizat besar dalam sejarah kenabian. Maryam, ibunda Nabi Isa, adalah seorang wanita salehah yang dipilih Allah. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

“Dan (ingatlah) ketika Malaikat berkata: ‘Wahai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilihmu, mensucikanmu, dan melebihkanmu atas segala wanita di dunia (yang hidup pada masa itu).”
(QS. Ali Imran: 42)

Maryam melahirkan Nabi Isa tanpa seorang ayah, sebagai tanda kekuasaan Allah. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah:

“Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: ‘Jadilah’ (maka jadilah ia).”
(QS. Ali Imran: 59)


Mukjizat Sejak Masa Bayi

Nabi Isa dianugerahi mukjizat sejak masih bayi. Ketika orang-orang menuduh Maryam berbuat dosa karena melahirkan tanpa suami, Allah menegaskan kebenarannya dengan membuat Isa berbicara di dalam buaian:

“Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.”
(QS. Maryam: 30)

Mukjizat ini menjadi bukti bahwa Isa adalah hamba Allah, bukan anak Tuhan, sebagaimana diluruskan dalam ajaran Islam.


Dakwah Nabi Isa AS

Ketika dewasa, Nabi Isa diutus untuk berdakwah kepada Bani Israil. Allah memberikan kepadanya Injil sebagai kitab suci yang membimbing manusia menuju jalan kebenaran. Dakwah Isa menekankan tauhid, ibadah hanya kepada Allah, serta akhlak mulia.

Firman Allah:

“Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata: ‘Wahai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang setelahku, namanya Ahmad (Muhammad).’”
(QS. Ash-Shaff: 6)


Mukjizat Nabi Isa AS

Allah menganugerahkan berbagai mukjizat kepada Nabi Isa sebagai bukti kenabiannya:

  1. Berbicara sejak bayi – sebagai bukti kebenaran ibunya.

  2. Membuat burung dari tanah liat lalu menghidupkannya dengan izin Allah (QS. Ali Imran: 49).

  3. Menyembuhkan orang buta dan penderita lepra dengan izin Allah.

  4. Menghidupkan orang mati dengan izin Allah.

  5. Menurunkan makanan dari langit sebagai jawaban doa para pengikutnya (QS. Al-Maidah: 112–115).

Semua mukjizat itu menjadi tanda kebesaran Allah, bukan karena Isa memiliki kekuatan sendiri.


Penolakan Bani Israil dan Rencana Penyaliban

Meski memiliki mukjizat, banyak dari Bani Israil yang menolak dakwah Nabi Isa. Bahkan, para pemimpin Yahudi bersekongkol untuk membunuhnya dengan cara menyalib.

Namun, Al-Qur’an menegaskan bahwa Isa tidak disalib dan tidak dibunuh, melainkan Allah mengangkatnya ke langit:

“Dan karena ucapan mereka: ‘Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah.’ Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka… Sungguh, mereka tidak yakin telah membunuhnya. Tetapi Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”
(QS. An-Nisa: 157-158)


Nabi Isa dalam Sunnah Nabi Muhammad SAW

Hadits-hadits Nabi Muhammad SAW banyak menjelaskan tentang Nabi Isa. Di antaranya, beliau akan kembali ke bumi menjelang hari kiamat untuk menegakkan keadilan dan meluruskan kesesatan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh akan turun kepada kalian Isa putra Maryam sebagai hakim yang adil. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, dan menghapuskan jizyah. Harta akan melimpah sehingga tidak seorang pun mau menerimanya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menegaskan peran penting Nabi Isa menjelang akhir zaman.


Wafat Nabi Isa dan Kepulangannya

Menurut keyakinan Islam, Nabi Isa tidak wafat ketika dikejar musuh-musuhnya. Allah mengangkat beliau ke langit, dan beliau masih hidup hingga saat ini. Nabi Isa akan kembali ke bumi di akhir zaman, bergabung dengan umat Nabi Muhammad SAW untuk menegakkan keadilan.


Hikmah dari Kisah Nabi Isa AS

  1. Kekuatan iman dan tauhid – Isa menegaskan bahwa dirinya hanyalah hamba Allah.

  2. Kesabaran dalam dakwah – meski ditolak, Isa tetap menyeru dengan bijak.

  3. Mukjizat adalah tanda kebesaran Allah – bukan karena Isa memiliki kekuatan pribadi.

  4. Kebersihan hati dan akhlak mulia – Isa adalah teladan bagi umat manusia.

  5. Kebenaran akhir zaman – Isa akan kembali untuk meluruskan penyimpangan dan menegakkan kebenaran.


Penutup

Sejarah Nabi Isa AS menurut Al-Qur’an dan sunnah memberikan pelajaran bahwa beliau adalah seorang nabi mulia yang diutus untuk menyeru kepada tauhid, bukan sosok yang disembah. Kehidupan Nabi Isa penuh mukjizat yang menunjukkan kekuasaan Allah, dan beliau akan kembali ke bumi menjelang kiamat untuk menegakkan kebenaran.

Dengan memahami kisah Nabi Isa dalam Islam, umat Muslim semakin yakin bahwa semua nabi membawa misi yang sama, yaitu mengajak manusia menyembah Allah SWT semata.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top