Sejarah Palestina dalam Pandangan Islam Berdasarkan Hadis Nabi Muhammad SAW
Pendahuluan
Palestina merupakan tanah yang sarat dengan sejarah, peradaban, dan spiritualitas. Di dalamnya terdapat kota suci Yerusalem (Al-Quds) yang menjadi pusat tiga agama besar: Islam, Kristen, dan Yahudi. Bagi umat Islam, Palestina bukan hanya wilayah geografis, tetapi juga memiliki kedudukan yang sangat istimewa karena terkait erat dengan peristiwa-peristiwa penting dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW.
Dalam hadis-hadis Rasulullah SAW, banyak disebutkan tentang keutamaan Palestina dan Masjid Al-Aqsa, serta hubungannya dengan umat Islam hingga akhir zaman. Artikel ini akan membahas sejarah Palestina berdasarkan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW.

Palestina dalam Sejarah Islam
Sebelum kedatangan Islam, Palestina sudah dikenal sebagai tanah para nabi. Banyak nabi yang diutus di wilayah ini, seperti Nabi Ibrahim AS, Nabi Ishaq AS, Nabi Ya’qub AS, Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, hingga Nabi Isa AS.
Ketika Nabi Muhammad SAW diutus sebagai penutup para nabi, Palestina tetap menjadi bagian penting dalam risalah Islam. Salah satu buktinya adalah peristiwa Isra’ Mi’raj, di mana Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjid Al-Aqsa di Palestina, kemudian naik ke langit untuk menerima perintah salat.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al-Isra: 1)
Ayat ini menjadi bukti nyata bahwa Palestina adalah tanah yang diberkahi.
Hadis Nabi Muhammad tentang Palestina dan Masjid Al-Aqsa
1. Tiga Masjid yang Dimuliakan
Rasulullah SAW bersabda:
“Janganlah kalian bersusah payah melakukan perjalanan (untuk tujuan ibadah) kecuali menuju tiga masjid: Masjidil Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjid Al-Aqsa.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa Masjid Al-Aqsa di Palestina memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam, sejajar dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
2. Masjid Al-Aqsa Sebagai Kiblat Pertama
Sebelum turunnya perintah untuk menghadap ke Ka’bah, umat Islam awalnya salat menghadap Masjid Al-Aqsa. Hal ini berlangsung selama kurang lebih 16–17 bulan setelah hijrah Nabi ke Madinah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Dulu Nabi Muhammad SAW salat menghadap ke Baitul Maqdis selama enam belas atau tujuh belas bulan, tetapi beliau ingin agar kiblat diarahkan ke Ka’bah. Lalu Allah menurunkan ayat: ‘Sungguh Kami (sering) melihat wajahmu menengadah ke langit, maka sungguh akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai…’ (QS. Al-Baqarah: 144).”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hal ini menegaskan bahwa Palestina memiliki kedudukan spiritual yang mendalam bagi umat Islam.
3. Keutamaan Shalat di Masjid Al-Aqsa
Rasulullah SAW bersabda:
“Salat di Masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali lipat daripada masjid lainnya, salat di Masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama seribu kali lipat daripada masjid lainnya, dan salat di Masjid Al-Aqsa lebih utama lima ratus kali lipat daripada masjid lainnya.”
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Hadis ini menunjukkan bahwa Masjid Al-Aqsa di Palestina adalah tempat yang penuh berkah, dan beribadah di sana memiliki keutamaan besar.
4. Palestina dan Umat Islam di Akhir Zaman
Beberapa hadis Rasulullah SAW juga menyebutkan bahwa Palestina akan menjadi salah satu pusat penting dalam peristiwa akhir zaman. Di antaranya:
“Akan selalu ada sekelompok dari umatku yang menegakkan kebenaran, menang atas musuh-musuh mereka, hingga datang keputusan Allah. Mereka tetap dalam keadaan demikian.” Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, di mana mereka itu?” Beliau menjawab: “Di Baitul Maqdis dan di sekitar Baitul Maqdis.”
(HR. Ahmad)
Hadis ini menegaskan bahwa Palestina akan selalu dijaga oleh sekelompok umat Islam yang berpegang teguh pada kebenaran hingga akhir zaman.
Hikmah dan Pelajaran dari Hadis tentang Palestina
-
Palestina adalah tanah penuh keberkahan – sejak zaman para nabi hingga Rasulullah SAW.
-
Masjid Al-Aqsa adalah simbol persatuan umat Islam – sejajar dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
-
Keimanan dan keteguhan umat Islam di Palestina adalah bagian dari tanda kebenaran janji Allah.
-
Keterikatan umat Islam dengan Palestina bersifat spiritual dan abadi, bukan hanya urusan politik atau geografis.
Penutup
Sejarah Palestina dalam pandangan Islam tidak dapat dipisahkan dari hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Palestina adalah tanah para nabi, tempat Masjid Al-Aqsa berdiri, kiblat pertama umat Islam, serta lokasi penting dalam peristiwa Isra’ Mi’raj. Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa hingga akhir zaman akan selalu ada umat Islam yang menjaga dan memperjuangkan Palestina.
Oleh karena itu, bagi setiap Muslim, mencintai, mendoakan, dan mendukung Palestina bukan hanya kewajiban kemanusiaan, tetapi juga kewajiban keimanan. Palestina adalah bagian dari hati umat Islam yang tidak boleh dilupakan.








